Kamis, 23 Juni 2011

1 Litre of Tears



Picture taken from: wikipedia.com

Tengah malam, seperti orang gila aku menangis tersedu-sedu melihat sebuah film berjudul "1 litre of tears". Dalam film itu dikisahkan seorang gadis bernama Aya yang mengalami sebuah penyakit bernama Spinocerebellar Degeneration. Setelah mendapatkan penyakit itu, orang akan merasa bahwa hidupnya berubah. Pelan-pelan orang itu tidak akan dapat berjalan, makan, dan bicara. Sungguh ironis, gadis yang baik, cantik, dan pintar harus mengalami hal seperti itu. Semakin menyedihkan bahwa ternyata drama tersebut adalah adaptasi dari sebuah kisah hidup Kito Aya, seorang gadis berusia 15 tahun yang benar-benar mengidap penyakit Dpinocerebellar Degeneration. Tapi dengan penyakitnya itu Aya tidak hanya diam di rumah dan menghabiskan masa mudanya dengan menangisi hidupnya. Lebih dari itu, dia tetap bersemangat mengejar impiannya. Dia tetap bersekolah dan berjuang melawan penyakitnya. Selain itu, untuk menumpahkan segala perasannya dia menulis sebuah diary. Dia menulis tentang penyakit, kesedihan, dan perjuangannya dalam hidup. Salah satu yang dia tulis adalah " I write because writing is evidence that I'm still alive. Walaupun akhirnya dia meninggal pada usia 25 tahun, namun diary dengan judul "1 little of tears" telah terjual 18.000.000 copy pada tahun 2005. Masih banyak yang membacanya walau diary itu ditulis lebih dari 35 tahun yang lalu (Aya mulai menulis pada usia 14 tahun). Diary itu telah memberikan banyak orang keberanian untuk menghadapi hidup.

Sebagai pecinta film drama, apalagi drama Korea dan Jepang, aku hadiahkan dua jempol tangan angkat dua jempol kaki atas drama dengan sepuluh episode ini. Menurutku, drama ini bukan hanya menjadi tontonan apik karena setiap episode menghadirkan makna mendalam tentang arti kehidupan, lebih dari itu film ini mungkin memberikan inspirasi pada banyak orang untuk berbuat terbaik dalam hidup. Apa jadinya bila aku seperti Aya?

Semua aktivitas dan kegiatan kesukaanku di luar rumah harus kuhentikan, tidak bisa pergi makan dengan teman-teman, mengajar, apalagi harus dibantu dalam aktivitas sehari hari. Huh, I can't imagine. Hal-hal yang aku sukai tidak bisa kulakukan, begitu menyedihkannya.
Karena aku sehat, aku harus menulis lebih banyak, membaca lebih banyak,berkarya lebih banyak, dan bermanfaat untuk orang lain lebih banyak. Karena hanya ada satu alasan, karena sekarang aku sehat. Aku tidak tahu apa yang terjadi di masa akan datang, namun sekarang aku harus memanfaatkan kesempatan baik dari Tuhan. Yah, karena aku sehat.

Gresik, 230611

Yang sedang bersyukur atas nikmat sehat
Ie-th@

Sabtu, 11 Juni 2011

Aku belum siap, tapi.........

Beberapa hari ini entahlah sepertinya obrolan dan euforia tentang pernikahan mengelilingi diriku, mulai dari beberapa teman yang mau menikah, yang baru menyerahkan data pada sang murabbi untuk ta’aruf atau teman yang ngalor-ngidur membicarakan pernikahan lewat sms. Ternyata tema pernikahan merupakan tema yang masih hangat sampai sekarang di kalangan teman-temanku. Masih ingat ketika dulu masih ikut kajian anak kuliahan, tema pernikahan selalu menarik untuk disimak, diikuti, diperbincangkan, kemudian didiskusikan. Bahkan waktu itu, beberapa kali pertemuan kami memaksa sang murabbi kami untuk menjelaskan tema itu pada kami. Yah, ternyata disambut baik, walaupun aku tahu kami semua yang ada di situ saat itu masih belum mau menikah cepat-cepat, maklum baru semester tiga, masih bau kencur hehehe. Tapi tetap saja cepat atau lambat kami pasti akan merasakan menjadi istri dan menjadi seorang Ibu. Karena itu kami perlu bekal sebelum melewati masa itu, salah satu bentuknya ya ikut kajian-kajian.

Di facebook, salah seorang adik angkatku mendoakanku agar aku segera menemukan pangeran berkuda putih yang akan menjemputku. Aamiin. Tapi menikah bukanlah perkara mudah, menurutku. Menikah butuh banyak persiapan baik persiapan mental, fisik, juga ekonomi. Menikah bukan perkara mudah, karena dengan adanya pernikahan maka berarti itu adalah penyatuan dua keluarga besar. Namun begitu menikah juga tidak sulit. Tidak perlu uang melimpah atau pesta pora untuk mensyahkan sebuah pernikahan. Bila syarat nikah sudah terpenuhi maka syahlah sebuah pernikahan. Aduh kok jadi sok tahu tentang pernikahan gini, padahal aku kan belum merasakan heheheh.

Belum merasakan bukan berarti tidak melakukan persiapan lho. Karena aku merasa tidak siap itu aku melakukan beberapa persiapan. Salah satunya membaca buku, pengetahuan paling cepat didapat yah dengan membaca buku itu. Berburu buku pernikahan tampaknya kini bakalan jadi hobi baruku heheheh, selain berburu buku untuk murid-muridku tentunya. Banyak juga ternyata buku-buku pernikahan, ingin rasanya membeli semua buku-buku itu,tapi apa daya, harus menyelaraskan dengan isi kantong. Kemarin aku membeli dua buah buku, buku pertama isinya berbagai teori tentang pernikahan sedangkan buku kedua isinya adalah berbagai curhatan para istri tentang suami mereka. Tapi buku kedua sekarang mana yah. Ah, apa ada di Ibukku yah?hehhehe.

Lelaki yang baik untuk wanita yang baik. Karena itu untuk mendapatkan seseorang yang baik yang akan menemani hidup kita selamanya sampai menutup mata, maka kita harus berusaha memperbaiki diri dulu. Dimulai dari sesuatu yang kecil, kemudian ditingkatkan dan dimulai saat ini juga.

Ya Rab, pertemukanlah aku dengan seseorang yang mencintaiMu. Yang menjadikan agamaMu di atas segala-galanya. Berikanlah aku seseorang yang bisa membimbingku, memotivasiku, dan mencintaiku. Aamiin.

Kamis, 09 Juni 2011

I'm so sad

Pagi ini seperti orang linglung...
Pengen nangis tapi hanya sedikit air mata yang bisa keluar
Ingin teriak tapi kok sepertinya terlalu berlebihan
Jadinya hanya membiarkan perasaan sedih ini
Berharap akan segera berlalu
I'm so sad
Seperti aku tak mengenal diriku, padahal kecerdasan yang paling menonjol padaku adalah intrapersonal
Seperti kehilangan sosok diriku
Yang ceria, yang bersemangat dan tetap optimis
Hampir-hampir setiap saat ingin mengeluarkan air mata, sampai mengetik ini pun masih ingin menangis
Ya Allah, berikan aku kesabaran dan keikhlasan

Senin, 23 Mei 2011

MAHASISWA MALAYSIA KUNJUNGI FBS UNESA

Senin (20/4), beberapa mahasiswa berpakaian almamater terlihat sibuk, berjalan mondar-mandir kesana kemari. Tergopoh-gopoh mereka menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan. Hari itu Fakultas Bahasa dan Seni Unesa kedatangan Mahasiswa dari Universitas Islam Internasional Malaysia. Mereka dijadwalkan akan berada di FBS Unesa pada pukul 8.00 WIB namun mereka datang 20 menit lebih awal yaitu pada pukul 7.40 WIB.
Mahasiswa Malaysia yang datang ke FBS Unesa ini dinaungi oleh sebuah yayasan yang bernama MAAY (Moeslem Aid Asia Youth), sebuah yayasan sosial yang bergerak dibidang sosial budaya dan lingkungan hidup terutama membantu orang-orang muslim. Nah, organisasi inilah yang mencarikan sponsor untuk membantu 19 orang mahasiswa Malaysia mengunjungi Surabaya. Salah satu mahasiswa Malaysia itu adalah Irwansyah yang merupakan peserta Asian Pacific Interfaith Youth Camp 2008. Sebuah kegiatan internasional tentang pencegahan global warming di dunia. Kegiatan ini diadakan oleh sebuah organisasi yang bernama Tunas Hijau. Tunas Hijau inilah yang membantu mahasiswa Malaysia yang rata-rata berasal dari jurusan Ekonomi ini untuk mengunjungi berbagai tempat di Surabaya, salah satunya di FBS Unesa karena salah satu anggota Tunas Hijau adalah mahasiswa Bahasa Inggris 2005, Dony Setyawan.
Tujuan kedatangan 19 mahasiwa ini adalah untuk mempelajari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Surabaya. Lingkungan kampus adalah gambaran kecil masyarakat, karena itu mereka memilih untuk mengunjungi dua kampus di Surabaya yaitu Unesa dan STIE PERBANAS. Selain itu mereka juga ingin mengetahui bagaimana seni budaya di FBS Unesa yang terdiri dari berbagai jurusan terutama Bahasa Jawa dan Seni rupa. Setelah kunjungannya ke dua universitas di Surabaya, berbagai tempat menarik adan bersejarah juga mereka kunjungi dalam kunjungannya kali ini seperti Masjid Agung Surabaya, Makam Sunan Ampel, kunjungan ke panti asuhan, PT PAL dan beberapa tempat di Surabaya.
Awalnya, mahasiswa ini hanya dijadwalkan untuk mengunjungi jurusan Bahasa Inggris karena mahasiswa jurusan bahasa Inggrislah yang punya ‘link’ dengan mereka. Namun karena berbagai pertimbangan, maka mahasiswa Malaysia yang selama berada di Surabaya menginap di hotel Garden Palace inipun mengunjungi semua jurusan di FBS Unesa. Maka di bentuklah kepanitian yang anggotanya melibatkan semua jurusan di FBS Unesa. Selama dua minggu panitia mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyambut kedatangan mahasiswa yang djadwalkan akan berada di Surabaya selama 1 minggu ini.
Kedatangan para Mahasiswa Malaysia ini disambut panitia BEMF FBS dengan meriah. Pertama kali, para mahasiswa negeri jiran ini diajak ke Joglo FBS Unesa untuk menyaksikan workshop EQS (English Green Squad) yang mengadakan workshop cinta lingkungan untuk menyambut peringatan hari bumi. Dalam Workshop ini, EQS yang merupakan salah satu divisi BEMJ Bahasa Inggris mengundang anak-anak SD diantaranya SD Lidah Wetan 462 dan SD Lidah Wetan 463 untuk hadir dalam kegiatan ini. Acara ini menarik perhatian para mahasiswa Malaysia. Merekapun bergabung untuk mensosialisasikan kegiatan cinta lingkungan pada anak-anak SD ini.
Tepat pukul 8.00 WIB, panitia membawa mereka ke Gedung Audit FBS Unesa untuk mengikuti acara yang telah dipersiapkan oleh panitia. Acara dibuka oleh Pembantu Dekan III FBS Unesa Bapak Peni, dilanjutkan sambutan-sambutan dan berbagai hiburan yang ditampilkan untuk menyambut para mahasiswa Malaysia ini. Hiburan-hiburan itu antara lain taiko dari bahasa Jepang, tari Sparkling Surabaya dari jurusan Bahasa Inggris, tari remo dari jurusan Bahasa Jawa dan berbagai hiburan dari jurusan lain.
Pada pukul 10.30, 19 mahasiswa Malaysia ini diajak berkeliling mengunjungi semua jurusan yang ada di FBS. Karena ada 9 jurusan, 19 orang mahasiswa Malaysia inipun dibagi menjadi 9 kelompok yang mengunjugi jurusan yang berbeda. Di Jurusan, penyambutan yang dilakukanpun tak kalah seru, salah satunya di jurusan Bahasa Jawa. Para mahasiswa Malaysia yang sangat antusias ini diajak mencoba berbagai macam alat musik tradisonal. Merekapun mencoba gamelan yang baru pertama kali mereka coba di Surabaya. Setelah itu para mahasiswa ini berkunjung ke Masjid Baitul Makmur II Unesa untuk melaksanakan ibadah Shalat Dhuhur. Dengan berjalan kaki mahasiswa yang rata-rata berasal dari semester 4 dan 6 inipun megunjungi masjid kebanggan Unesa kampus Lidah Wetan. Pada pukul 11.30, mereka kembali ke Gedung Audit FBS Unesa untuk menikmati berbagai masakan khas Surabaya.
“Sebenarnya kedatangan mahsiswa malaysia ini sangat mendadak, sehingga kepanitianpun cepat dilakukan. Namun semua itu tidak mengurangi usaha panitia untuk menyambut kedatangan mahsiswa Malaysia itu dengan meriah. Bahkan salah satu mahasiwa Malaysia yang ditanya panitia tentang kesannya terhadap kunjungannya ke FBS Unesa menjawab seronok atau dalam bahasa Indonesia berarti bagus sekali. Hal ini menandakan kesuksesan panitia dalam menyambut para mahasiswa Malaysia itu,” terang Suwandi, Ketua Penyambutan Mahasiwa Malaysia ini ketika dimintai pendapatnya tentang kedatangan Mahasiswa Malaysia di FBS Unesa.
Mahasiswa Bahasa Inggris 2006 ini juga berharap semoga dengan kedatangan mahasiswa Malaysia ini dapat memperkuat persaudaraan antar mahasiswa terutama dari dua negara yang berbeda. Selain itu, kunjungan mahasiswa Malaysia kemarin merupakan sebuah starting point untuk kegiatan selanjutnya.”jadi harapan kita bisa menjalin kerja sama dalam bidang apapun. Tahun 2010 akan ada Youth Camp lagi, kita berharap Unesa akan bisa dijadikan sebagai Field Trip, jika Unesa bisa menjadi contoh kampus yang peduli dengan lingkungan hidup,” terangnya mengakhiri wawancara.(Alfanita)

SEMINAR CREATIVE WRITING AND ITS PEDAGOGY HADIRKAN PROFESOR STANFORD UNIVERSITY

Banyak orang berfikir bahwa menulis adalah pekerjaan yang sulit. Oleh karena itu, menumpahkan perasaan secara lisan dianggap lebih mudah daripada menulis. Namun, pada dasarnya dalam menulis dibutuhkan tiga elemen atau bagian yaitu kognisi, intuisi dan imaginasi. Menulis yang seperti inilah yang dinamakan Creative Writing. Dalam Creative Writing penulis harus menuliskan karyanya dengan kreatif. Beberapa contoh creative writing berupa cerita pendek, novel, puisi, dsb. Bagi mahasiswa sastra Inggris Unesa, Creative Writing menjadi salah satu mata kuliah pilihan yang dapat diambil di semester genap. Walaupun hanya mata kuliah pilihan tetapi rasanya masih belum ‘pas’ bila belum mengambil matakuliah ini.
Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa bahasa Inggris terutama mahasiswa sastra Inggris, Jurusan pendidikan dan Sastra Inggris Unesa bekerja sama dengan Konsulat Amerika di Darmo pada (1/4) mengadakan sebuah seminar yang bertajuk Seminar Creative Writing and Its Pedagogy. Seminar yang digelar di gedung Audit FBS lantai 2 ini menghadirkan seorang pembicara dari Amerika, Valerie miner novelis asal Amerika Serikat yang juga merupakan profesor Stanford University.
Valerie Miner merupakan salah satu penulis terkenal Amerika yang telah menerbitkan 13 buku. Salah satu bukunya adalah novel berjudul After Eden yang diterbitkan oleh Oklahoma press pada tahun 2007. Selain itu beberapa novel juga pernah ditulis wanita murah senyum ini diantaranya range of light, a walking fire, winters’s edge, blood sisters, Movement: A novel in Stories, dan murder in the English department. Tidak ketinggalan di fiksi pendek, Abubdant light, The night singes and Trespassing adalah beberapa karyanya. Ia juga menerbitkan beberapa essai. Karyanya telah dipublikasikan di lebih dari 60 antologi. Wanita berambut pendek ini juga telah memenangkan berbagai penghargaan diantaranya dari the Rokefell Fondation, the MCknight Foundation dan the Jeror Foundation, the NEA, The Australia Council Literary Arts. Kesibukan lain yang kini digelutinya adalah sebagai artist-in-residence, berkolaborasi dalam menulis buku, menggelar pameran di berbagai museum, serta terlibat di beberapa teater. Beberapa kali juga ia ikut dalam sandiwara radio yang diputar di BBC.
Dalam seminar berdurasi satu setengah jam tersebut Valerie Miner menjelaskan tentang Creative Writing atau yang dalam bahasa Indonesia dinamakan menulis kreatif. Menurut wanita yang kini tinggal di San Fransisco dan California itu, dalam menulis kreatif di butuhkan sebuah usaha dan ketekunan. Kita juga harus dapat merasakan apa yang terjadi di sekitar kita. Karena itulah kita harus membawa pulpen dan buku catatan kemanapun kita pergi. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kehilangan momen terbaik untuk menulis karena bisa saja tulisan yang ingin kita tulis terlupa saat kita hanya mengingat apa yang terjadi. Jadi menurut wanita semampai ini jangan tunda untuk menulis sesuatu kapanpun dan dimanapun kita berada.
Sekitar dua ratus peserta datang menghadiri seminar berdurasi kurang lebih satu setengah jam tersebut. Peserta yang datangpun bukan hanya berasal dari mahasiswa bahasa Inggris saja tetapi juga para alumni Pendidikan dan Sastra Inggris yang beberapa diantaranya telah menjadi penulis dan menerbitkan buku, wartawan Jawa Pos serta beberapa lembaga bahasa Inggris terdekat di Unesa. Semua peserta terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dari wanita yang mendapatkan gelar profesornya pada tahun 2006 ini. Pada discussion session, Valerie Miner memberikan kesempatan pada para peserta untuk bertanya tentang seputar masalah menulis. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta salah satunya oleh Indah, mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini bertanya bagaimana menulis referensi dalam bahasa Inggris. Indah yang merupakan wartawan jawa pos ini ingin mengetahu bagaimana menulis berita atau apapun dengan menggunakan bahasa Inggris sedangkan bahasa Inggris bukanlan native language bangsa Indonesia. Dan Valeriepun menjawab pertanyaan Indah dengan jelas bagaimana penulis menulis karya dengan bahasa asing.
Drs. M. Khoiri selaku salah satu koordinator seminar dan dosen Creative Writing di jurusan sastra Inggris FBS Unesa mengatakan bahwa seminar ini bermula dari tawaran konsulat Amerika di jalan Darmo yang menawarkan Valeri Miner sebagai Pembicara di forum kampus dengan tema Creative Writing. Valerie yang telah mengajar selama 25 tahun ini ingin berbicara di forum kampus, jurusan Bahasa dan sastra Inggrispun menjadi sasaran kerjasama. Jurusan Bahasa Inggris merespon tawaran ini dengan baik. Selain karena ingin menambah pengetahuan dalam cara penulisan kreatif, Valerie miner yang merupakan penulis terkenal di Amerika di harapkan menjadi motivasi tersendiri bagi mahasisa bahasa Inggris, khususnya mahasiswa Sastra Inggris.
Sebenarnya ada tiga tujuan yang ingin dicapai oleh panitia pelaksana seminar dengan adanya seminar Creative Writing ini. Bagi mahasiswa, diharapkan mereka dapat termotivasi untuk menulis. Bagi jurusan Bahasa dan sastra Inggris seminar ini merupakan salah satu kebanggan tersendiri karena para dosen dapat bertukar pikiran dengan penulis sekelas Valerie tentang bagaimana Creative Writing diajarkan. Sedangkan bagi pengajar Creative Writing, kedatangan Valerie menambah semangat dan inspirasi baru tentang bagaimana creative writing diajarkan pada mahasiswa.
Akhirnya, beberapa target telah dicapai dalam seminar Creative Writing. Satu diantaranya diantaranya antusias peserta yang tinggi. Ini terlihat dari sikap peserta yang sangan antusias terhadap seminar ini. Setelah seminar ini diharapakan teknik kepenulisan Creative Writing dapat dipahami dan diadopsi. “Saya mengharpakan dalam lima tahun kedepan akan muncul penulis-penulis dari jurusan bahasa Inggris yang akan menampilkan karya terbaik mereka,” harap alumnus program International Writing Program di University of Iowa, USA tahun 1993 ini mentup wawancara. Amin. (Alfanita Zuraida)

Geliat PLS Dalam Seminar Nasional

Sebagai salah satu jurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sedang berusaha menunjukkan eksistensinya. Setelah sekian lama tertidur pulas tanpa kegiatan besar, PLS kembali menunjukkan gaungnya. Dalam Pekan Pendidikan PLS(28/2), PLS mengadakan sebuah seminar nasional. Seminar nasional bertema “Homeschooling sebagai alternatif pendidikan anak bangsa?” ini menghadirkan tiga pembicara nasional yaitu Dr. Seto Mulyadi , Psi; M. Psi, (ketua ASAH PENA Indonesia), Prof. Drs. Yatim Riyanto, M. Pd (sekretaris tim sertifikasi nasional), dan Tun Kelana Jaya (Praktisi Pendidikan Jakarta). Acara yang merupakan serangkaian acara dalam one week with PLS go to education for all itu berlangsung meriah, 630 peserta dan undangan hadir memenuhi gedung sawunggaling Unesa.

Home schooling (HS) yang merupakan sebuah sistem pendidikan memang sedang ramai dibicarakan. Hal ini tidak terlepas dari peran media massa baik elektronik maupun cetak yang mempopulerkan sistem pendidikan alternatif yang bertumpu dalam suasana keluarga. HS semakin menjadi perhatian dalam dua tahun terakhir ini antara lain sejak begitu banyaknya orang tua merasakan bahwa suasana pembelajaran di sekolah negeri maupun swasta kurang mengedepanan kepentingan terbaik bagi anak. Ini menyebabkan anak menjadi stress dan kehilangan kreativitasnya yang ilmiah. Karena hal itu maka muncullah sekolah alternatif yang menyenangkan dan mencedaskan anak. Dari sekolah alternatif itu maka muncullah homeschooling.

Kak seto, panggilan akrab Dr. Seto Mulyadi , Psi; M. Psi memaparkan dengan menarik bagaimana HS bisa menjadi sebuah alternatif pendidikan bagi anak bangsa. Dalam HS, tidak ada kelas seperti di sekolah formal karena siswa HS bisa belajar dimana saja. Di sekolah ini fungsi guru hanya sebagai pembimbing yang tugasnya mengarahkan minat anak-anak pada bidang yang disukainya. Secara umum, pria berkaca mata ini menjelaskan bahwa sekolah altenatif ini menjadikan anak didik sebagai subjek kurikulum bukan objek kurikulum.

Pembicara kedua, Tun kelana Jaya menjelaskan tentang Integrated Education System. Dalam pendidikan yang integral ini harus melakukan tiga unsur pelaksana yaitu keluarga, sekolah/kampus, dan masyarakat. Buruknya pendidikan anak di rumah memberi beban berat kepada sekolah atau kampus untuk menambah keruwetan persoalan dalam masyarakat. Sementara situasi masyarakat yang buruk membuat nilai-nilai yang mungkin sudah berhasil ditanamkan tengah keluarga dan sekolah/kampus menjadi kurang optimal. Apalagi bila pendidikan diterima di sekolah juga kurang bagus maka lengkaplah kehancuran dari tiga pilar pendidikan tersebut. Dalam pandangan system pendidikan islam, semua unsur pelaksana pendidikan harus memberikan pengaruh positif kepada anak didik sedemikian rupa sehingga arah dapai dicapai dan tujuan bisa didukung bersama-sama.

Pembicara terakhir, Prof. Drs. Yatim Riyanto, M. Pd. mengatakan Homeschooling sebagai pendididkan alternatif untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sudah dilaksanakan sejak zaman dahulu. Agus Salim adalah contoh konkret orang tua yang melakukan homeschooling pada zaman dahulu. Selanjutnya pria yang juga merupakan ketua I komite PLS propinsi Jawa Timur ini menjelaskan bahwa banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam implementasi home schooling antara lain sarana dan prasarana pendukung pembelajaran homschooling, referensi buku-buku bacaan, media pembelajaran dalam homeschooling, keterbatasan waktu dan kompetensi orang tua (jika dalam HS merupakan satu-satunya tutor/pendidik). Selain itu arti HS bukan semata-mata orang tua mengajar anaknya, melainkan orang tua belajar bersama anak. Jadi tidak ada keharusan bahwa orang tua harus menguasai materi pelajaran. Yang juga patut diperhatikan HS menuntut tanggung jawab yang besar dari orang tua akan perkembangan anaknya. Ini adalah komitmen yang tidak mudah, apalagi bagi orang tua yang tinggal kota.

Wiwin yulianingsih, M.Pd, yang merupakan pendamping kemahasiswaan PLS mengatakan bahwa serangkaian kegiatan PLS ini bertujuan supaya jurusan PLS lebih dikenal terutama di Unesa sendiri.” Pada umumnya dengan kegiatan ini saya berharap PLS dapat memberikan citra yang baik dan dapat dikenal oleh mahasiswa Unesa sendiri,” tukas perempuan berjilbab ini.

Di tempat yang sama ketua jurusan PLS, Drs. I Ketut Atmaja J. A., M. Kes., juga menjelaskan bahwa Seminar Nasional ini juga merupakan sarana pembelajaran organisasai bagi mahasiswa PLS. Hal ini karena semua kegiatan dikoordinasi dan dilakukan oleh mahasiswa PLS itu sendiri. “Mulai dari menghadirkan pembicara sampai pelaksanaan kegiatan semua dilakukan sendiri oleh mahasiswa PLS. Sebenarnya banyak potensi mereka yang harus digali, misalnya ya ini kemampuan berorganisasi. Semoga dengan kegiatan ini PLS juga menjadi lebih dikenal,” harap pria murah senyum ini.

Salah satu peserta seminar nasional yang berhasil diwawancarai majalah Media Informasi dan Komunikasi Unesa, Devia dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mengatakan bahwa seminar ini adalah seminar yang bagus selain pembicaranya adalah pembicara nasional materi yang diberikan pada peserta juga sangat berguna, terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Gadis berkacamata ini juga menambahkan pelayanan panitia pada peserta dari luar Surabaya yang sangat bersahabat menambah nila plus tersendiri baginya.” Mulai dari awal tiba disini para panitia sudah menjamu saya dan teman-teman dengan baik sekali,” tukasnya.

Selain seminar nasional, beberapa agenda juga digelar PLS dalam Pekan PLS diantaranya PLS goes to school yang meliputi agenda sosialisasi jurusan PLS dan PPLS ke pelajar SMA, PLS presentation in the class, PLS Share and Care, dan PLS Short Therapy, PLS Kajur Cup 2009 yang menyelenggarakn Futsal SMA Se-Gerbang Kertasusila, dan PLS Short Camp dengan kemah sehari untuk pelajar SMA sebagai agendanya. Semoga PLS menjadi lebih maju. Bravo PLS!

(Alfanita Zuraida)

CARA MUDAH PROTEKSI KOMPUTER DARI VIRUS TANPA PROGRAM ANTIVIRUS & FIREWALL



Picture taken from: Pusdikom

Virus, trojan, worm dan sejenisnya sering menggangu kita dalam penggunaan komputer. Biasanya satu hal yang sering kita lakukan adalah dengan memakai antivirus dan firewall. Namun pertanyaannya adalah apakah antivirus dan firewall itu berguna? Dan Jawabannya adalah belum tentu karena virus bisa lebih baru dari antivirus dan firewall akan membuat komputer berjalan lebih lambat. Lalu bagaimana cara aman, cepat dan praktis dalam menangani virus. Di dalam artikel ini akan dibahas beberapa cara untk mencegah kerusakan system , file, dan data tanpa perlu campur tangan antivirus atau firewall.

Namun, sebelumnya akan dijelaskan bagaimana virus trojan, worm, dan sejenisnya bisa masuk ke dalam komputer. Virus sebenarnya berbeda dengan trojan atau worm, tapi dalam kenyataannya penyebaran virus banyak dimanfaatkan oleh program worm dan trojan. Trojan adalah sebuah program yang dapat dijalankan (biasanya ber-ekstension EXE) oleh pengguna komputer dan ketika program tersebut dijalankan, maka trojan akan merubah sesuatu dari sistem komputer kita ( pada umumnya registri windows yang diubah). Berbeda dengan virus, virus itu beresiden di memori dan dia akan merubah file yang biasanya berekstension EXE atau COM dan kadang-kadang file tersebut menjadi rusak. Sedangkan worm merupakan program kecil berupa script yang bisa menempel dimana saja, bahkan bisa menempel di html file (file website).

Program antivirus pada umumnya menggabungkan semua worm dan trojan dalam kategori virus, contohnya adalah worm yang diberi kode W didepannya baru kemudian nama worm tersebut (w32/sober). Namun kita juga akan menganggapnya sebagai virus karena itu merusak file komputer. Intinya adalah virus dapat berupa atau berfungsi seperti trojan/worm dan sebaliknya juga, apalagi kalau file tersebut telah terinfeksi, maka file-file itu juga akan menjadi file trojan/worm dan menginfeksi file-file yang lainnya.

Dulunya penyebaran virus hanya bisa dilalui menggunakan media luar seperti disket, CD, VCD, dan USB drive namun pada umumnya memanfaatkan teknologi internet untuk menyebar luas. Cara masuknya bisa melalui E-mail (attachment), mirc, messenger (kirim/download file), download dari situs (terutama situs porno) atau bahkan memanfaatkan kelemahan dari sistem browser kita. Banyak cara pembuat virus untuk menjebak orang supaya tertarik untuk men-download dan membuka file yang bervirus, antara lain dengan iming-iming gambar porno, gambar lucu, tools yang berguna, cara mudah mendapatkan uang, games bagus, hingga pesan dr FBI/CIA.

Dan sebenarnya cara untuk mengatasi virus agar tidak masuk ke dalam komputer itu cukup mudah. Beberapa cara itu antara lain:
1. Jangan membuka e-mail atau menerima e-mail, mirc, dan messenger kalau kita belum kenali dengan pengirimnya dan belum yakin file itu berisi virus atau bukan.
2. Kalau kita ingin browser ke situs yang tidak kita kenal, sebaiknya matikan program java dan java script. Matikan juga fitur install auto atau install on demand supaya program yang berisi virus tidak masuk ke komputer kita.
3. Kalau ingin membuka disket, CD, DVD, USB drive dan media luar apaun scan dahulu dengan program antivirus untuk memastikan itu benar-benar aman.

Cara-cara diatas mungkin akan mencegah masuknya virus ke komputer kita, namun tidak akan 100% karena Lebih dari 90% komputer yang terkoneksi internet pernah terkena virus. Nah, untuk mengatasi supaya aman dari virus, walaupun virus tersebut sempat masuk ke komputer kita adalah: .

1. Virus pada umumnya akan merusak dan memperlambat proses kerja komputer. Untuk menghindari kerusakan yang ditimbulkan virus, anda harus punya cadangan penyimpanan data atau file system. Untuk itulah backup system & data sangat diperlukan, apalagi kita tidak akan mengetahui kecanggihan virus di masa yang akan datang dan apa kerusakan yang ditimbulkan. Cara backup pada winXp dan winme dengan create restore point dahulu di program> accesories> system tools> system restore, win98 bisa pakai Microsoft Backup dengan membackup folder windows semuanya. Khusus untuk data, Winxp dan Winme juga harus menggunakan Microsoft backup karena system restore tidak 100% mengembalikan data kita.

Kalau kita tidak mau melakukannya secara manual, Winxp dan Winme sudah otomatis melakukannya setiap anda mematikan komputer anda. Untuk Win98 satu-satunya cara hanya memakai program system shedule windows atau program lainnya yang berfungsi sebagai otomatis backup, ketika komputer mengalami idle ,Winxp dan Winme juga harus memakai program tersebut agar bila komputer hari ini terkena virus maka tinggal restore system program kemarin atau sebelumnya.

2. Cara ini adalah untuk mencegah virus merusak file system kita yang biasanya berakhiran EXE. Sebelum kita melakukan hal ini, kita harus terlebih dahulu membackup system windows kita (baca keterangan no 1 di atas), dalam melakukannya kita harus sangat berhati-hati karena kesalahan yang dapat berakibat fatal pada system komputer kita. Kita juga harus mempunya dasar windows, karena kalau tidak kita akan mengalami kesulitan untuk memahaminya.

Caranya adalah rubah atribut dari file EXE anda menjadi READ ONLY atau hanya dapat dibaca, tidak dapat ditulis. Kita bisa menggunakan SEARCH dari windows kita, kemudian cari semua program yang ber-ektenstion EXE (search key-nya *.exe) di folder windows. Setelah itu blok semua program yang tampil (atau tekan ctrl+a) kemudian klik kanan pilih properties. Setelah itu pilih READ-ONLY di bagian bawah kotak pilihan atributes. Bagi yang mengetahui DOS (command prompt) bisa menggunakan perintah 

ATTRIB, yang fungsinya sama dengan contoh diatas, contoh : c:\windows>attrib +r *.exe.
Hal ini akan mencegah virus untuk merubah atau merusak file-file tersebut, karena pilihan tadi mematikan fitur untuk merubah file-file tersebut. Kalau kita ingin lebih yakin virus bisa mendeteksi hal tersebut, bisa ditambahkan pilihan HIDDEN (menyembunyikan file tersebut) di sebelah kanan dari READ ONLY. Dengan kedua pilihan tersebut virus-virus pada umumnya tidak akan dapat menginfeksi file tersebut. Kalau kita ingin menampakkan file HIDDEN ketika membuka folder di komputer anda, anda bisa pilih "show all hidden files" di "folder option".

Kita juga bisa melakukan hal di atas ke semua folder komputer kita, kalau kita merasa hal ini perlu dilakukan, atau mungkin dilakukan juga ke file lain yang bukan ber-ekstensi EXE atau COM. Cara ini adalah cara yang paling efektif dan telah diuji. Satu hal yang penting diketahui, kalau kita ingin melakukan penghapusan atau perubahaan ataupun kita sering meng-update file yang ber-ekstensi EXE tersebut, kita harus ingat untuk membuka proteksi read-only atau hidden tersebut. Kalau tidak file tersebut tidak akan bisa dihapus atau diupdate, atau akan muncul pesan error. Selamat Mencoba!

(Alfanita Zuraida, Sumber: erwin@ketok.com)