Tampilkan postingan dengan label Cuap-Cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuap-Cuap. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Januari 2013

Sahabat


Orang yang paling kita andalkan dalam hidup setelah keluarga adalah sahabat....

Sahabat membuat kita selalu percaya bahwa saya punya orang-orang yang selalu diandalkan, dalam suka atau duka. Sahabat memang bukan orang yang selalu berada di sebelah kita seperti keluarga. Namun, sahabat adalah orang yang selalu mendukung kita tentang apa yang ingin kita lakukan, impikan, dan harapkan, membela kita, memberikan nasehat-nasehat ketika kita salah arah, dan memberikan semangat setiap kali kita gagal.

Sahabat adalah sahabat....
Yang selalu mendengarkan curahan hati kita, cerita-cerita yang kadang tidak penting keluar dari mulut kita, omelan-omelan terhadap hal yang tidak kita anggap pantas, serta hal-hal lainnya. Sahabat selalu mendengarkan tanpa keluhan. Tersenyum ketika mendengar cerita kita yang lucu atau kadang juga mungkin terprovokasi untuk memberikan kecaman terhadap orang-orang yang kita anggap tidak sejalan dengan pikiran kita. Itulah sahabat.

Saya punya beberapa sahabat. Sahabat curhatan saya, sahabat jalan bareng, sahabat seprofesi, dan lain-lain. Mereka sangat sejalan pikirannya dengan saya (tidak mungkin juga saya bersahabat dengan orang yang tidak sejalan dan sejalur dengan pikiran saya) hehehhe. Saya bukan tipe orang yang sejalan dengan kata-kata ini "Kalau berteman jangan pilih-pilih". Tentu saya pilih-pilih. Saya pilih yang baik, yang memotivasi, yang baik pokoknya. Berteman dengan siapapun saya tidak akan melihat wajah, kepintaran, atau kekayaan. Saya akan berteman dengan orang yang memiliki kebaikan hati dan kecantikan perilaku tanpa melihat tiga hal tersebut. Kalau untuk sahabat saya juga sangat selektif sekali. Saya tidak akan bercerita kehidupan pribadi saya, kecuali pada sahabat saya. 

Saya ya saya.
Walaupun saya sering dikecam oleh banyak orang karena hanya mau berteman pada orang-orang yang baik. Ya tidak papa. Berteman adalah hak saya. Dan saya mempergunakan hak saya itu dengan cara saya sendiri





Rabu, 23 Mei 2012

Jodoh



Kematian, rejeki, dan jodoh adalah hal yang paling tidak pasti. Untuk hal yang terakhir ini, sudah sering aku bicarakan ketika menginjak semester akhir kuliah S1ku dengan teman-temanku, terutama teman-teman liqoku. Hehhe. Dengan penuh sok tahunya kita berasumsi bahwa jodoh kita itu nanti sepertinya akan seperti ini, seperti ini, ingin punya pasangan hidup begini dan begitu. Kadang aku merasa sepertinya itu adalah hal konyol juga. Mengharapkan orang dengan penuh kesempurnaan sedangkan manusia diciptakan dengan ketidaksempurnaannya bukan? Jangankan kita menilai manusia lain. Bukankah kita juga manusia yang juga tidak sempurna, bagaimana mungkin kita menuntut manusia untuk menjadi sempurna seperti yang kita inginkan.  

This is the imposible thing in the world. So, the best thing is accpeting our marriage partner that has been sent by God with his strength and weaknesses. Aku punya favorit quote untuk pernikahan yang aku kutip dari novel pernikahan kesukaanku “............”. Sengaja tidak kucantumkan karena yang akan kucantumkan memang quote yang paling aku sukai tetapi tidak pernah kuyakini kebenarannya. Comitment is comitment. This is not a game. When you say you want chose this, U have to do what you choose. Although, you still have many choices. This is commitment (This is not the quotation from that novel, this is my own quotation) Teman curhatku pernah bilang “You are doubt in doing something because U don’t want take an effect of your action. Every action you do demands your responsible. So, U have to chose and take the effect. But remember, U have to be sure when you choose! 

Jadi, apa yang akan terjadi dengan jodoh? Memilih jodoh(mungkin) berarti meyakini bahwa memang orang inilah yang telah disiapkan Tuhan untuk kita. Berusaha sebaik mungkin untuk menerima segala kelemahan dan kelebihannya. Menerima dia satu paket, walaupun dalam kiriman satu paket itu ada sebuah buah yang busuk. Bukankah kita bisa mengambil yang busuk dan membuangnya tanpa menumpahkan isinya dan membuangnya ke keranjang sampah khan? Simple, when your marrige partner comes, be sure that he is for you by praying to God. Then U have to accept everything about him....love is just a simple thing. Maybe, we like, love,love, and love....love or maybe hate for a while then we love again, again, again until the end of the time. Maybe love is so simple. The complicated one is the people. 

 -Ie-th@- 
120512