Semalam rona wajahmu menggetarkan hatiku dalam dunia maya
Dunia impian tapi bukan kenyataan
Hadirmu masih apik, bak aktor
Lakumu masih sangat luwes
dan seperti biasa aku terpana oleh indahmu
Namun, bagai seperti dalam kenyataan
Kau datang membawa kabar yang telingakupun tak mau mendengar
Kau bilang "Aku akan bersamanya"
Dan aku hanya diam, tak tahu, mungkin atau mungkin tak mau tahu
Sekian lama merasakan indahmu
Kini, ku benar-benar harus merelakanmu bahagia dengannya
"Cinta tak harus memiliki"
Kata sang pecinta,
Tapi bagiku cinta yang tak memiliki hanya menimbulkan pedih
Dan lebih baik tak merasakan apapun dari pada pedih
Aku pedih, namun ku turut berbahagia....
Aku ya aku, bukan kamu, dia, atau mereka. Menjalankan hidup dengan suka cita namun tetap taat pada Allah SWT dan Rosulnya
Sabtu, 23 Juli 2011
You know,
You know,
What the most I like?
I like the way of your smile
You know,
What the most I love?
I love when you say that I'm the special one
You know,
What the most I hate?
I hate loving you so much
Gresik, 230711
What the most I like?
I like the way of your smile
You know,
What the most I love?
I love when you say that I'm the special one
You know,
What the most I hate?
I hate loving you so much
Gresik, 230711
Jumat, 22 Juli 2011
Dia (lagi)
Ting..tong..
Waktu berlalu tanpa bersamamu
Namun mengapa gema namamu masih bersahut-sahutan hadir dalam telingaku?
Ragamu jauh, hadirmu tak tentu
pictorial menjadi abstract
Hanya menari-nari dalam ingatan bukan kenyataan
Tapi mungkin setitik hatiku masih menjadi milikmu.....
Waktu berlalu tanpa bersamamu
Namun mengapa gema namamu masih bersahut-sahutan hadir dalam telingaku?
Ragamu jauh, hadirmu tak tentu
pictorial menjadi abstract
Hanya menari-nari dalam ingatan bukan kenyataan
Tapi mungkin setitik hatiku masih menjadi milikmu.....
Minggu, 17 Juli 2011
Model guru ala Q...
"Baca Teacher's book di atas tempat tidur nggak sampai lima belas menit langsung ketiduran. Lihat film Korea sampai mata terkantuk kantuk masih melek terus sampai jam 12 malam. Guru macam apa ini yah….
Wah, aku tidak tahu bagaimana model guru seperti aku ini, dari luar kelihatan so perfect dan bertanggung jawab tapi wah tidak tahu bagaimana aku di dalamnya. Bikin silabus, RPP, dan semacamnya nggak suka. Lebih suka berinteraksi dengan dengan anak-anak di kelas dari pada bikin hal-hal yang menurutku sangat ribet tapi tetap harus dilakukan. Wuih….malasnya.
Tapi jangan salah, berdasarkan motto mengajarku “Mencerdaskan kehidupan bangsa” aku harus bisa membuat murid-muridku pintar entah dengan berbagai metode yang telah kudapatkan dan sebagian besar sudah kupraktekkan di kelas. Nyatanya berhasil juga, walau kadang-kadang tanpa persiapan maksimal, asal comot aja. Tapi bagiku segala sesuatu yang spontan terlihat lebih sukses dari pada yang dipersiapan dengan sangat matang, bagiku tapi tidak boleh ditiru, ini adegan berbahaya bagi guru, hanya untuk yang sudah terampil dan terlatih saja.Hahahha
Tapi untuk mengakali kemalasanku sebagai guru aku melakukan berbagai trik. Di kala waktu senggangku aku membaca buku pengajaran biasanya langsung kubaca banyak agar punya persedian ketika mengajar nanti. Kalau lagi bersemangat membuat media aku membuat media yang banyak sekalian untuk berbagai macam tema, sehingga ketika ada tema yang akan diajarkan tinggal ambil medianya. Saat libur materi langsung kubaca agak banyak sebagai persediaan. Yah pintar-pintar saja mengakali kemalasanku.
Sampai saat ini everything is okay. Jadi ya diterusin ajah hahahhaha.
Tulisan ini geje seperti orangnya.
Ie-th@
170711
Wah, aku tidak tahu bagaimana model guru seperti aku ini, dari luar kelihatan so perfect dan bertanggung jawab tapi wah tidak tahu bagaimana aku di dalamnya. Bikin silabus, RPP, dan semacamnya nggak suka. Lebih suka berinteraksi dengan dengan anak-anak di kelas dari pada bikin hal-hal yang menurutku sangat ribet tapi tetap harus dilakukan. Wuih….malasnya.
Tapi jangan salah, berdasarkan motto mengajarku “Mencerdaskan kehidupan bangsa” aku harus bisa membuat murid-muridku pintar entah dengan berbagai metode yang telah kudapatkan dan sebagian besar sudah kupraktekkan di kelas. Nyatanya berhasil juga, walau kadang-kadang tanpa persiapan maksimal, asal comot aja. Tapi bagiku segala sesuatu yang spontan terlihat lebih sukses dari pada yang dipersiapan dengan sangat matang, bagiku tapi tidak boleh ditiru, ini adegan berbahaya bagi guru, hanya untuk yang sudah terampil dan terlatih saja.Hahahha
Tapi untuk mengakali kemalasanku sebagai guru aku melakukan berbagai trik. Di kala waktu senggangku aku membaca buku pengajaran biasanya langsung kubaca banyak agar punya persedian ketika mengajar nanti. Kalau lagi bersemangat membuat media aku membuat media yang banyak sekalian untuk berbagai macam tema, sehingga ketika ada tema yang akan diajarkan tinggal ambil medianya. Saat libur materi langsung kubaca agak banyak sebagai persediaan. Yah pintar-pintar saja mengakali kemalasanku.
Sampai saat ini everything is okay. Jadi ya diterusin ajah hahahhaha.
Tulisan ini geje seperti orangnya.
Ie-th@
170711
Kamis, 23 Juni 2011
1 Litre of Tears
Picture taken from: wikipedia.com
Tengah malam, seperti orang gila aku menangis tersedu-sedu melihat sebuah film berjudul "1 litre of tears". Dalam film itu dikisahkan seorang gadis bernama Aya yang mengalami sebuah penyakit bernama Spinocerebellar Degeneration. Setelah mendapatkan penyakit itu, orang akan merasa bahwa hidupnya berubah. Pelan-pelan orang itu tidak akan dapat berjalan, makan, dan bicara. Sungguh ironis, gadis yang baik, cantik, dan pintar harus mengalami hal seperti itu. Semakin menyedihkan bahwa ternyata drama tersebut adalah adaptasi dari sebuah kisah hidup Kito Aya, seorang gadis berusia 15 tahun yang benar-benar mengidap penyakit Dpinocerebellar Degeneration. Tapi dengan penyakitnya itu Aya tidak hanya diam di rumah dan menghabiskan masa mudanya dengan menangisi hidupnya. Lebih dari itu, dia tetap bersemangat mengejar impiannya. Dia tetap bersekolah dan berjuang melawan penyakitnya. Selain itu, untuk menumpahkan segala perasannya dia menulis sebuah diary. Dia menulis tentang penyakit, kesedihan, dan perjuangannya dalam hidup. Salah satu yang dia tulis adalah " I write because writing is evidence that I'm still alive. Walaupun akhirnya dia meninggal pada usia 25 tahun, namun diary dengan judul "1 little of tears" telah terjual 18.000.000 copy pada tahun 2005. Masih banyak yang membacanya walau diary itu ditulis lebih dari 35 tahun yang lalu (Aya mulai menulis pada usia 14 tahun). Diary itu telah memberikan banyak orang keberanian untuk menghadapi hidup.
Sebagai pecinta film drama, apalagi drama Korea dan Jepang, aku hadiahkan dua jempol tangan angkat dua jempol kaki atas drama dengan sepuluh episode ini. Menurutku, drama ini bukan hanya menjadi tontonan apik karena setiap episode menghadirkan makna mendalam tentang arti kehidupan, lebih dari itu film ini mungkin memberikan inspirasi pada banyak orang untuk berbuat terbaik dalam hidup. Apa jadinya bila aku seperti Aya?
Semua aktivitas dan kegiatan kesukaanku di luar rumah harus kuhentikan, tidak bisa pergi makan dengan teman-teman, mengajar, apalagi harus dibantu dalam aktivitas sehari hari. Huh, I can't imagine. Hal-hal yang aku sukai tidak bisa kulakukan, begitu menyedihkannya.
Karena aku sehat, aku harus menulis lebih banyak, membaca lebih banyak,berkarya lebih banyak, dan bermanfaat untuk orang lain lebih banyak. Karena hanya ada satu alasan, karena sekarang aku sehat. Aku tidak tahu apa yang terjadi di masa akan datang, namun sekarang aku harus memanfaatkan kesempatan baik dari Tuhan. Yah, karena aku sehat.
Gresik, 230611
Yang sedang bersyukur atas nikmat sehat
Ie-th@
Sabtu, 11 Juni 2011
Aku belum siap, tapi.........
Beberapa hari ini entahlah sepertinya obrolan dan euforia tentang pernikahan mengelilingi diriku, mulai dari beberapa teman yang mau menikah, yang baru menyerahkan data pada sang murabbi untuk ta’aruf atau teman yang ngalor-ngidur membicarakan pernikahan lewat sms. Ternyata tema pernikahan merupakan tema yang masih hangat sampai sekarang di kalangan teman-temanku. Masih ingat ketika dulu masih ikut kajian anak kuliahan, tema pernikahan selalu menarik untuk disimak, diikuti, diperbincangkan, kemudian didiskusikan. Bahkan waktu itu, beberapa kali pertemuan kami memaksa sang murabbi kami untuk menjelaskan tema itu pada kami. Yah, ternyata disambut baik, walaupun aku tahu kami semua yang ada di situ saat itu masih belum mau menikah cepat-cepat, maklum baru semester tiga, masih bau kencur hehehe. Tapi tetap saja cepat atau lambat kami pasti akan merasakan menjadi istri dan menjadi seorang Ibu. Karena itu kami perlu bekal sebelum melewati masa itu, salah satu bentuknya ya ikut kajian-kajian.
Di facebook, salah seorang adik angkatku mendoakanku agar aku segera menemukan pangeran berkuda putih yang akan menjemputku. Aamiin. Tapi menikah bukanlah perkara mudah, menurutku. Menikah butuh banyak persiapan baik persiapan mental, fisik, juga ekonomi. Menikah bukan perkara mudah, karena dengan adanya pernikahan maka berarti itu adalah penyatuan dua keluarga besar. Namun begitu menikah juga tidak sulit. Tidak perlu uang melimpah atau pesta pora untuk mensyahkan sebuah pernikahan. Bila syarat nikah sudah terpenuhi maka syahlah sebuah pernikahan. Aduh kok jadi sok tahu tentang pernikahan gini, padahal aku kan belum merasakan heheheh.
Belum merasakan bukan berarti tidak melakukan persiapan lho. Karena aku merasa tidak siap itu aku melakukan beberapa persiapan. Salah satunya membaca buku, pengetahuan paling cepat didapat yah dengan membaca buku itu. Berburu buku pernikahan tampaknya kini bakalan jadi hobi baruku heheheh, selain berburu buku untuk murid-muridku tentunya. Banyak juga ternyata buku-buku pernikahan, ingin rasanya membeli semua buku-buku itu,tapi apa daya, harus menyelaraskan dengan isi kantong. Kemarin aku membeli dua buah buku, buku pertama isinya berbagai teori tentang pernikahan sedangkan buku kedua isinya adalah berbagai curhatan para istri tentang suami mereka. Tapi buku kedua sekarang mana yah. Ah, apa ada di Ibukku yah?hehhehe.
Lelaki yang baik untuk wanita yang baik. Karena itu untuk mendapatkan seseorang yang baik yang akan menemani hidup kita selamanya sampai menutup mata, maka kita harus berusaha memperbaiki diri dulu. Dimulai dari sesuatu yang kecil, kemudian ditingkatkan dan dimulai saat ini juga.
Ya Rab, pertemukanlah aku dengan seseorang yang mencintaiMu. Yang menjadikan agamaMu di atas segala-galanya. Berikanlah aku seseorang yang bisa membimbingku, memotivasiku, dan mencintaiku. Aamiin.
Kamis, 09 Juni 2011
I'm so sad
Pagi ini seperti orang linglung...
Pengen nangis tapi hanya sedikit air mata yang bisa keluar
Ingin teriak tapi kok sepertinya terlalu berlebihan
Jadinya hanya membiarkan perasaan sedih ini
Berharap akan segera berlalu
I'm so sad
Seperti aku tak mengenal diriku, padahal kecerdasan yang paling menonjol padaku adalah intrapersonal
Seperti kehilangan sosok diriku
Yang ceria, yang bersemangat dan tetap optimis
Hampir-hampir setiap saat ingin mengeluarkan air mata, sampai mengetik ini pun masih ingin menangis
Ya Allah, berikan aku kesabaran dan keikhlasan
Pengen nangis tapi hanya sedikit air mata yang bisa keluar
Ingin teriak tapi kok sepertinya terlalu berlebihan
Jadinya hanya membiarkan perasaan sedih ini
Berharap akan segera berlalu
I'm so sad
Seperti aku tak mengenal diriku, padahal kecerdasan yang paling menonjol padaku adalah intrapersonal
Seperti kehilangan sosok diriku
Yang ceria, yang bersemangat dan tetap optimis
Hampir-hampir setiap saat ingin mengeluarkan air mata, sampai mengetik ini pun masih ingin menangis
Ya Allah, berikan aku kesabaran dan keikhlasan
Langganan:
Postingan (Atom)
