Senin, 09 Juni 2014

Ke Jogjakarta Aku Kembali (Lagi)


Apa yang paling kamu sukai di dunia ini? Saya jalan-jalan, pergi ke tempat baru, atau paling tidak, tidak berada di rumah hahaha. Walaupun rumah adalah tempat ternyaman dan teraman bagi saya, tapi saya juga suka berada di luar rumah untuk melihat suasana baru. Harus ada penyegaran, supaya tidak bosan dengan rutinitas, rutinitas yang meyenangkan sekalipun.

Alhamdulillah, setelah dari Bali akhir tahun kemarin, pertengahan tahun ini saya kembali liburan, ke Jogjakarta. Saya masih ingat terakhir kali ke Jogjakarta tahun 2011, tengah malam di malam Idul Adha, pukul 23.00, saya dan teman baik saya, Vierma Anandya Pratama berlari mengejar bus Eka. Waktu itu, penumpang cukup padat, maklum malam idul adha. Jadi dengan segala keyakinan dan usaha akhirnya kami bisa mendapatkan tempat duduk di bus Eka. Akhirnya. Hahaha.

Kalau ingat pengalaman itu, saya dan Vierma pasti udah ketawa-ketawa nggak jelas. Sampai sekarang saya tidak pernah bilang pada Ibu bahwa anaknya yang imut ini, di tengah malam idul adha, berlari mengejar bus Eka sampai ngos-ngosan. Kalau sampai tahu, saya pasti sudah dipingit. Waktu itu saya masih bebas mbolang-mbolang sama anak-anak karena masih ada Ayah yang mengangguk setuju kalo saya ijin. Mbolang mungkin akan dilanjutkan pada sesi berikutnya :)

Kali ini saya ke Jogjakarta bersama rombongan murid dan guru di SMP tempat saya mengajar, kita berangkat dari Menganti pukul 21.30, molor setengah jam dari jadwal karena menunggu Pak sopir yang tidak tahu lokasi sekolah. Kita tidak menggunakan jasa travel, semua diatur sendiri oleh Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu guru mulai dari sewa bus, catering, pengaturan tempat duduk, hotel, tiket masuk, dan lain sebagainya. Tapi saya merasakan bahwa semuanya sudah cukup baik, karena saya yakin Bapak/Ibu guru berusaha memberikan yang terbaik dalam perjalanan ini.

Hari pertama

Kita tiba di Jogja sekitar pukul 07.00, perjalanan terasa panjang sekali, lebih panjang dari sebelumnya. Kita langsung makan di rumah makan Firdaus. Huh, udah laper banget. Untung pas kita ke sana makanan udah siap. Nyam-nyam makanannya enak. Menu makanan hari itu ikan dorang, sambal, sayur lodeh, oseng-oseng bayam, plus the hangat dan semangka. Enaknya. Hmmmm. Cocok untuk perut yang sudah kelaparan dan dikocok-kocok di bus.

Setelah makan perjalanan berlanjut ke pantai Parang tritis, terakhir kali ke sini adalah pas mbolang sama group mbolang (Mb Sil, Bella, Fitri) tahun 2010 pas selesai skripsi. Heran dari dulu perasaan kalau mbolang mesti ke Jogja hahaha. Pantai Parangtritis sebenarnya nggak banyak berubah, tetep. Kalau saya merasa, pantai parangtriris kalau lebih diperhatikan, lebih banyak diurus sama pemerintah daerah pasti lebih bagus. 

Di parangtritis, saya awalnya cuma mau foto-foto, sambil main ombak, dan naik kuda tapi saya menemukan permainan yang asyik dan pasti akan saya coba. Kalau saya mendeskripsikan, sepeda motor beroda empat yang bisa jalan di pasir pantai, entah apa namanya. Tapi asyik sekali permainan ini. Medan berpasir yang lumayan berat dan juga saya yang belum terlalu jago mengendarai motornya membuat saya agak kesulitan awalnya, namun dengan berjalannya waktu sepertinya saya cukup expert untuk mengendarainya, kayak naik matik, tapi berat hahaha. Oh ya awalnya saya hanya bersama murid saya, si Adrian, melihat saya dan Adrian enjoy sekali dalam mengendarai motor pasir ini akhirnya Echi dan Ziza ikutan juga.
Horrreee akhirnya bisa naik motor ini :)
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke candi Borobudur. Sebelumnya kita berhenti di sebuah rumah makan untuk makan siang dan sholat. Di candi Borobudur, saya suka sekali melihat para penjual yang berjajar. Okeh selanjutnya untuk melihat kisah perjalanan ini lewat foto saja yah :) hehehe.

Teman seperjalanan saya, Bu Lilik.
Uhhhhh...
Pake topi dan masker sebelum ke borobudur, supaya nggak hitam yah..
 
Cheers, enaknya pake sandal jepit

Salah Jalur

Salah Jalur II
Mana Muridnya mana gurunya?

Cheers :)
Alfanita Zuraida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar