Rabu, 01 Februari 2012

JADI TEMAN UNTUK SI GALAU

Galau, galau, dan galau mungkin sekarang sedang musim galau. Galau dimana-mana, galau masuk desa, galau masuk sekolah, sekarang galau sedang masuk tepat lesku, semua anak SMAku sedang galau. Lihat saja si Ichuz (bukan nama sebenarnya), dengan muka galau dia mengetik sms dari HP yang tidak pernah jauh dengannya. Entah apa yang sedang diketikntya, hingga tak memperhatikan penjelasanku. Yang lainnya tidak kalah galau, Fifidz dan Novi galau karena sekolahnya terlalu banyak menuntut mereka, terlalu banyak tugas, tak ada waktu untuk mengepakkan sayap mereka untuk bersenang senang. Bagi mereka, sekolah terasa membosankan. Diah, Dita, dan Vivi pun tak mau kalah ternyata mereka juga sedang galau karena tugas menumpuk. Saat itu semua muridku sedang bergalau-galau ria, tak ada yang mendengarkan penjelasanku. Padahal, penjelasan ini penting bagi mereka karena kan menghadapi UAS. Kegalauan benar-benar melanda kelas lesku. Kalau begini terus aku juga bisa galau karena penjelasanku tidak akan masuk ke kepala mereka. Bagaimana dengan amanah yang dipercayakan orang tua mereka padaku? Sepertinya aku harus mencari cara agar mereka tidak lagi bergalau-galau ria di tempat lesku.

Bagiku, galau adalah salah satu sifat ’nakal’ remaja. Maksudnya nakal di sini bukan mereka membuat ulah yang nyata-nyata bisa merugikan mereka namun galau yang sepertinya telah menjadi tradisi anak muda. Pada saat remaja galau, pertanyaannya adalah apa mereka akan fokus dengan apa yang mereka kerjakan? Apakah mereka fokus dengan apa yang kita ajarkan? Jawabannya tentu saja tidak. Kalau kegalauan ini berlanjut terus-menerus, bisa dipastikan prestasi mereka akan menurun. Setelah membaca sana-sini dan berdiskusi dengan para ‘ahli’ aku mencoba untuk berdamai dengan kegalauan mereka. Akhirnya aku menjadikan facebook, jejaring sosial yang dicipatakan Zuckerberg sebagai solusinya. Kata adekku, galau bisa terselesaikan dengan menulis karena pasca saat menulis kita akan berusaha untuk melepas kegalauan dengan media tulisan

 Gerakan menulis di FB pun segera kudirikan. Menuliskan berbagai macam pengalaman wajib hukumnya. Pengalaman di sekolah, pengalaman tentang cinta, dan pengalaman berbahasa Inggris menjadi tema-tema yang harus mereka tulis. Tulisan bebas boleh juga. “Pokoknya mIss Ita menampung berbagai macam tulisan lho,”kataku bersemangat. Semoga kalian tidak galau lagi yah!

January 2012
Miss Ie-th@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar